Memahami "rentang gerak" atau "perjalanan bebas" dari komponen sistem kendaraan—the pengatur kendur —sangat penting. Komponen ini memastikan sepatu atau bantalan rem bersentuhan dengan tromol atau cakram rem dengan cara yang paling efektif saat rem diterapkan.
"Rentang gerak", atau lebih profesionalnya, langkah rem, mengacu pada jarak pergerakan penyetel kendur saat menarik batang pendorong selama aktivasi sistem rem udara.
Penyetel kendur tidak boleh memiliki "rentang gerak" yang terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Sepatu/bantalan rem mungkin terus-menerus bersentuhan ringan dengan tromol rem, seperti seseorang yang terus-menerus menekan rem dengan ringan.
Hal ini menyebabkan gesekan dan panas, keausan yang cepat, dan bahkan dapat menyebabkan seluruh roda "terkunci" atau tidak berfungsi karena panas berlebih.
Ini menghabiskan energi yang tidak perlu (baik kendaraan sedang mengerem atau tidak).
Ruang rem perlu didorong lebih jauh agar sepatu rem bersentuhan dengan tromol rem.
Ini berarti transmisi gaya pengereman tertunda, sehingga memerlukan lebih banyak waktu untuk menerapkan gaya pengereman sepenuhnya.
Dalam keadaan darurat, kendaraan mungkin memerlukan jarak yang lebih jauh untuk berhenti, dan hal ini sangat berbahaya.
Sistem rem udara mungkin mengkonsumsi udara secara berlebihan, sehingga mempengaruhi pengoperasian normal komponen lainnya.
"Rentang gerak" yang ideal untuk pengatur kendur haruslah rentang yang stabil dan moderat.
Tujuan: Untuk memastikan bahwa ketika pengemudi menekan pedal rem, batang pendorong ruang rem dapat menyalurkan gaya pengereman yang diperlukan ke komponen pengereman pada roda secepat mungkin.
Hasil: Respons pengereman kendaraan sensitif, efisiensi pengereman tinggi, dan tidak menimbulkan keausan atau panas yang tidak perlu.
"Rentang gerak" yang tepat ini adalah salah satu aspek penting dalam perawatan kendaraan, memastikan keselamatan berkendara dan keandalan sistem pengereman dalam jangka panjang.